TLJ (TEKNOLOGI LAYANAN JARINGAN) KELAS Xll TKJ1 TKJ2 Karya Bakti

 BAB 1

12 Januari 2021 Pertemuan 1

Topologi Jaringan Komputer

Dalam jaringan komputer, topologi mengacu pada tata letak perangkat yang terhubung. Topologi jaringan komputer bisa dibilang sebagai bentuk atau struktur virtual jaringan. Bentuk ini tidak selalu sesuai dengan tata letak fisik sebenarnya dari perangkat di jaringan.

Sebagai contoh, komputer di jaringan rumah dapat diatur dalam lingkaran di ruang keluarga, tetapi sangat tidak mungkin untuk menemukan topologi cincin di sana. Topologi jaringan dikategorikan ke dalam tipe dasar berikut:

  • Bus (bis)
  • Ring (cincin)
  • Star (bintang)
  • Tree (pohon)
  • Mesh (jala)

Jaringan yang lebih kompleks dapat dibangun sebagai hybrid dari dua atau lebih dari topologi dasar di atas.

Topologi Bus

Topologi jaringan komputer bus menggunakan kabel sebagai tulang punggungnya. Kabel ini berfungsi sebagai media komunikasi. Perangkat yang ingin berkomunikasi dengan perangkat lain di jaringan mengirim pesan siaran melalui kabel yang terhubung ke dua perangkat itu, tetapi hanya penerima yang dituju yang benar-benar menerima dan memproses pesan tersebut.

Topologi Ring

Dalam jaringan cincin, setiap perangkat memiliki dua “tetangga” untuk tujuan komunikasi. Semua pesan perjalanan melalui cincin ke arah yang sama (baik “searah jarum jam” atau “berlawanan arah jarum jam”).

Jika ada kerusakan di kabel atau perangkat merusak loop dan dapat menurunkan seluruh jaringan. Untuk mengimplementasikan jaringan cincin, biasanya menggunakan teknologi FDDI, SONET, atau Token Ring. Topologi ring ditemukan di beberapa gedung perkantoran atau kampus.

Topologi Bintang

Banyak jaringan rumah menggunakan topologi bintang. Jaringan bintang memiliki titik koneksi pusat yang disebut “hub node” yang mungkin merupakan hub jaringan, switch atau router. Perangkat biasanya terhubung ke hub dengan Unshielded Twisted Pair (UTP) Ethernet.

Dibandingkan dengan topologi bus, jaringan bintang umumnya membutuhkan lebih banyak kabel, tetapi kegagalan dalam kabel jaringan bintang hanya akan menurunkan satu akses jaringan komputer dan bukan seluruh LAN. (Jika hub gagal, bagaimanapun, seluruh jaringan juga gagal.) 

Topologi Pohon

Topologi pohon bergabung dengan topologi bintang untuk membentuk topologi bus. Dalam bentuk yang paling sederhana, hanya perangkat hub yang terhubung langsung ke bus pohon, dan setiap hub berfungsi sebagai akar dari pohon perangkat. Dengan hybrid antara bus dan bintang ini mendukung perluasan jaringan dengan jauh lebih baik daripada bus atau bintang saja.

Topologi Mesh

Topologi mesh memperkenalkan konsep rute. Tidak seperti topologi sebelumnya, pesan yang dikirim pada jaringan mesh dapat mengambil salah satu dari beberapa jalur yang mungkin dari sumber ke tujuan. Beberapa WAN, terutama Internet, menggunakan routing mesh.

18 Januari Pertemuan Ke 2

Jenis-jenis Kabel Jaringan Beserta Fungsinya yang Perlu Anda Ketahui

Kabel juga dapat digolongkan sebagai perangkat keras jaringan yang berperan sebagai media penghubung antara suatu perangkat jaringan dengan perangkat jaringan lainnya. Terdapat berbagai macam jenis kabel yang bisa anda gunakan dalam membangun sebuah jaringan komputer, misalnya kabel coaxial, kabel twisted pair dan kabel fiber optic.

Kabel-kabel jaringan tersebut mempunyai fungsi dan ciri khas masing-masing. Anda tidak boleh asal-asalan memilih kabel ketika ingin membangun sebuah jaringan. Ketidakcocokan kabel jaringan dengan perangkat jaringan yang anda gunakan mengakibatkan kinerja jaringan komputer menjadi tidak maksimal. Maka dari itu, simak penjelasan mengenai jenis-jenis kabel jaringan dibawah ini:


enis-jenis Kabel Jaringan

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui karakteristik dari tiap kabel tersebut, sebelum memulai untuk membangun sebuah jaringan. Sebelumnya telah dibahas lebih dalam mengenai kabel jaringan jenis Unshield Twisted Pair (UTP), namun pada kesempatan ini kita akan membahasnya kembali secara garis besar. Berikut jenis-jenis kabel jaringan beserta penjelasannya yang perlu anda ketahui:

1. Kabel Coaxial

jenis jenis kabel coaxial

Kabel coaxial merupakan kabel yang digunakan untuk mentransmisikan signal elektrik dengan frekuensi tinggi melalui inti core tunggalnya. Umumnya kita ketahui bahwa kabel coaxial digunakan untuk menghubungkan televisi dengan perangkat antena. Namun kabel jenis coaxial juga dapat kita gunakan untuk membangun jaringan komputer, menghubungkan ke internet, dan juga sebagai jalur radio.

Kabel coaxial terdiri dari beberapa lapisan, masing-masing lapisan memiliki peran yang berbeda dalam melindungi inti core. Lapisan pertama disebut insulator yang berfungsi untuk melindungi inti core dan mencegah terjadinya crosstalk.

Pada lapisan berikutnya terdapat shield yang berperan untuk mencegah gangguan elektromagnetik dari luar yang dapat mengganggu signal data dan juga mencegah terjadinya kebocoran signal. Shield ini memiliki dua macam bentuk, yaitu bentuk anyaman kabel dan bentuk foil. Pada lapisan terakhir dari kabel coaxial disebut jacket yang berperan untuk melindungi kabel dari kelembapan dan kondisi lingkungan disekitarnya.

Kabel coaxial dulunya sangat populer digunakan untuk jaringan ethernet sekitar pada tahun 1980-an hingga awal tahun 1990. Kabel coaxial sendiri memiliki dua macam jenis yaitu thinet dengan standar 10BASE2 dan thicknet dengan standar 10BASE5. Namun saat ini penggunaan kabel coaxial pada jaringan komputer telah digantikan dengan kabel jenis twisted pair, disebabkan karena bentuk fisik dari kabel coaxial yang terkesan kaku sehingga menyebkan kesulitan ketika akan melakukan pemasangan dan perawatan pada kabel.

2. Kabel Twisted Pair

kabel jaringan adalah

Kabel jenis twisted pair merupakan kabel yang populer digunakan dalam jaringan komputer. Kabel jenis ini telah menggantikan peran dari kabel coaxial dalam membangun jaringan komputer karena kecepatan, kehandalan serta kemudahannya dari kabel jenis twisted pair bila dibandingkan dengan kabel jenis coaxial.

Kabel twisted pair terdiri dari delapan buah kabel dengan warna unik yang dililit berpasang-pasangan, hal ini bertujuan untuk mengurangi induksi dan kebocoran pada kabel.

Kabel jenis twisted pair memiliki berbagai macam jenis kategori dengan kemampuan transmisi data yang berbeda, hingga artikel ini diterbitkan kategori twisted pair yang terbaru adalah CAT 7 dengan kecepatan transmisi data hingga 10Gbps. Kabel twisted pair memiliki dua jenis standar yang sudah ditetapkan oleh industri, masing-masing jenis tersebut memiliki kelebihan tersendiri. Adapun jenis kabel twisted pair yaitu :

1. Unshield Twisted Pair (UTP)

Seperti namanya Unshield Twisted Pair yang berarti kabel twisted pair jenis ini tidak dilengkapi dengan shield yang melindungi dari gangguan elektromagnetik. Kabel jenis ini memiliki harga yang lebih murah dibandingkan kabel jenis STP sehingga cocok digunakan pada jaringan rumahan dan bahkan untuk kantor yang membutuhkan biaya rendah.

2. Shield Twisted Pair (STP)

Shield Twisted Pair merupakan jenis kabel yang memiliki shield yang melindungi dari gangguan elektromagnetik. Kabel jenis ini memiliki harga yang lebih mahal dari jenis UTP karena dilengkapi dengan shield yang membungkus sepanjang kabel, yang juga membuat kabel sedikit kaku dan lebih berat. Kabel jenis ini cocok untuk digunakan pada perusahaan skala besar yang membutuhkan kinerja yang maksimal.

Penerapan shield pada kabel jenis twisted pair memiliki tiga macam tipe, yaitu :

a. Individual Shield (U/FTP)
Individual Shield melindungi tiap pasang kabel dengan aluminium foil. Tipe ini melindungi kabel dari gangguan elektromagnetik dari luar dan juga mencegah terjadinya crosstalk pada tiap pasang kabel.

b. Overall Shield (F/UTP, S/UTP, dan SF/UTP)
Overall Shield melindungi seluruh pasang kabel dengan aluminium foil. Tipe ini melindungi kabel dari gangguan elektromagnetik dari luar.

c. Individual dan Overall Shield (F/FTP, S/FTP, dan SF/FTP)
Tipe ini merupakan gabungan dari Individual dan Overall Shield yang mana melindungi setiap pasang kabel dan juga seluruh pasang kabel dengan foil. Hal ini berfungsi untuk melindungi kabel dari gangguan elektromagnetik dari luar dan juga mencegah terjadinya crosstalk pada tiap pasang kabel.

3. Kabel Fiber Optic

jenis-jenis kabel jaringan - kabel fiber optic

Kabel fiber optic sedikit berbeda dengan jenis kabel yang sudah dibahas sebelumnya. Karena kabel jenis fiber optic tidak menggunakan tembaga untuk penghantarnya, melainkan menggunakan serat kaca tipis yang digunakan untuk menghantarkan data dalam bentuk cahaya. Signal elektrik seperti televisi, suara dan data dikonversi menjadi sinyal optik menggunakan optical transmitter dan kemudian dikirim dengan kecepatan cahaya.

Inti dari kabel fiber optic diselimuti dengan berbagai macam lapis. Lapisan pertama disebut sebagai cladding. Cladding berperan sebagai reflektor yang memantulkan cahaya sepanjang kabel, agar cahaya tersebut tetap fokus pada inti core. Di lapisan berikutnya terdapat buffer yang berperan untuk melindungi cladding dan inti core dari kerusakan dan kelembapan.

Lapisan berikutnya adalah strength member yang juga berperan melindungi cladding dan inti core dari tekanan yang mungkin terjadi selama proses pemasangan. Sekumpulan kabel optik tersebut kemudian dibungkus dengan lapisan yang disebut jacket yang mana tidak hanya berfungsi untuk melindungi kabel dari lingkungan luar, tetapi juga mencegah terjadinya kebocoran cahaya yang keluar dari inti core.

           Kecepatan transmisi data yang lumayan cepat dan ketahannya terhadap gangguan elektromagnetik membuat kabel fiber optic sangat efektik digunakan untuk ukuran koneksi jaringan dalam skala besar. Namun meski demikian, dalam penerapannya kabel jenis fiber optik masih terbilang sulit dan juga mahal. Sebagai tambahan kabel jenis fiber optik tidak memiliki kemampuan untuk menghantarkan daya jika dibandingkan dengan jenis kabel tembaga.

Itulah jenis-jenis kabel jaringan beserta gambar dan fungsinya. Mengenali masing-masing fungsi dari kabel jaringan tersebut akan memudahkan anda untuk memilih kabel jaringan mana yang cocok untuk jaringan yang anda bangun nanti.


Langkah-Langkah Pemasangan Kabel UTP Stright Dan Cross

20 Januari 2021

Kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial singkat kepada anda seputar dengan bagaimana cara pemasangan kabel UTP tipe stright dan cross.  Nah pastinya sebelum kita berperang harusnya menyediakan  senjatanya, hehe begitu juga bila ingin memasang jaringan maka kita juga harus mempersiapkan beberapa peralatan jaringan agar pemasangan dapat berjalan dengan lancar berikut penjelaasannya.

1. Pemasangan Kabel Tipe Stright


Tipe ini adalah yang paling gampang dibuat karena korespondensinya 1-1. maksudnya adalah, ujung satu dengan ujung satunya lagi adalah sama. Standar urutannya Yang terpenting dalam urutan kabelnya adalah, Misalnya ujung pertama urutan pin pertamanya oranye muda, maka ujung yang lain urutan pin pertamanya juga harus oranye muda, jadi antar ujung saling nyambung.
Caranya adalah sebagai berikut:


1.    Perhatikan kabel dan konektor dalam keadaan yang baik

2.    Setelah itu pastikan jaket tidak tegang dan potong jaketnya dengan mata pisau, ingat hanya kulitnya saja

3.    Setelah itu tarik kabelnya agar mempermudah dalam menyusun warna kebel.

4.    Susun kabelnya sesuai dengan warna, seperti berikut
bila menggunakan standard pemasangan kabel UTP TIA568A maka susunan kabelnya adalah sebagai berikut

Ujung Pertama
Ujung Kedua
Putih Hijau
Putih Hijau
Hujau
Hijau
Putih Orange
Putih Orange
Biru
Biru
Putih Biru
Putih Biru
Orange
Orange
Putih Coklat
Putih Coklat
Coklat
Coklat

Bila menggunakan standard pemasangan kabel UTP TIA568B maka susunan kabelnya adalah sebagai berikut

Ujung Pertama
Ujung Kedua
Putih Orange
Putih Orange
Orange
Orange
Putih Hijau
Putih Hijau
Biru
Biru
Putih Biru
Putih Biru
Hijau
Hijau
Putih Coklat
Putih Coklat
Coklat
Coklat


2. Pemasangan Kabel Tipe Cross
 
Bila pada kabel UTP susnannya sma degan ujung satunya lagi, maka bila yang ini unjung satunya adalah kabel tipe TIA568A dan ujung satunya lagi adalah tipe TIA568B,
Caranya adalah sebagai berikut dan gambarnya kurang lebih sama dengan yang di atas:

1.    Perhatikan kabel dan konektor dalam keadaan yang baik

2.    Setelah itu pastikan jaket tidak tegang dan potong jaketnya dengan mata pisau, ingat hanya kulitnya saja

3.    Setelah itu tarik kabelnya agar mempermudah dalam menyusun warna kebel.


4.    Susun kabelnya sesuai dengan warna, seperti berikut


Ujung Pertama
Ujung Kedua
Putih Hijau
Putih Orange
Hujau
Orange
Putih Orange
Putih Hijau
Biru
Biru
Putih Biru
Putih Biru
Orange
Hijau
Putih Coklat
Putih Coklat
Coklat
Coklat



5.    Kemudian setelah disusun, masukkan kabel yang disusun kedalam kepala konektor dan jangan biarkan ada kabel yang tertindih satu sama lain

6.    Setelah itu jepit kepala konektor dengan menggunakan crimping tool, sampai terdengar bahwa kabel sudah terjepit dengan benar di kepala konektor

7.    Jaket kabel harus berada di dalam konektor.

8.    Kemudian langkah selanjutnya adalah mengetes kabel LAN tersebut dengan menggunakan lan tester atau multimeter, caranya adalah memasukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah.




1 februari 2021

A. Pengertian IP Address atau Alamat IP

Pengertian IP Address adalah identitas suatu komputer berupa deretan angka biner 32 bit hingga 128 bit, sebagai alamat yang digunakan untuk melakukan pertukaran data dengan komputer atau perangkat lain di jaringan internet. IP merupakan singkatan dari "Internet Protocol" sebagai dasar prosedur pertukaran data di jaringan internet antara paket data dengan host-host yang terhubung, sehingga aliran data dapat dikenali pengirimnya dan penerimanyaHost dapat berupa komputer server dan komputer yang mengakses suatu website.

B. Fungsi IP Address di Internet

Dalam praktiknya saat kita mengakses website menggunakan handphone, paket data akan meminta data pada komputer server yang menyimpan data website tersebut. Secara teori, handphone kita merupakan host yang menerima data dan komputer server bertindak sebagai host yang mengirim data. Begitu juga sebaliknya, saat kita upload foto di sosial media, handphone kita bertindak sebagai host yang mengirim data dan komputer server sosial media tersebut bertindak sebagai host yang menerima data. Di sinilah peran IP Address untuk mengalamatkan setiap komputer (host) yang terhubung dengan internet, sehingga pertukaran data dapat sejalan dengan prosedur Internet Protocol.

Rumah mempunyai alamat jalan untuk menerima dan mengirim surat dari kantor pos, sedangkan komputer mempunyai IP address untuk menerima dan mengirim data dari internet

Sebelum teknologi DNS diciptakan, pengguna internet menggunakan IP Address secara langsung untuk mengakses suatu halaman website. DNS memungkinkan suatu website mempunyai alamat yang mudah diingat misalnya; google.com, facebook.com, dan lain-lain

C. Contoh IP Address Versi 4

Alamat IPv4 merupakan IP address yang umum dikenali, berikut salah satu contohnya:

172.217.10.14

Anda dapat mencoba mengetik angka IP Address tersebut di address bar browser, untuk mengakses website yang tersimpan di host tersebut. Namun, sayangnya IP Address tidak bersifat permanen, kita pun dapat mengubah IP Address komputer kita dengan mudah menggunakan VPN.

Alamat IPv4 mempunyai 4 blok angka numerik, setiap blok dapat berisi angka dengan 1 hingga 3 digit. Setiap angka dalam setiap blok berada dalam interval 0-255. Karena terdiri dari 4 blok dengan masing-masing dapat berisi angka dari 0-225 dalam biner 00000000 hingga 11111111, IP Address versi 4 disebut menggunakan angka numerik 32 bit.

IPv4 = 172.217.10.14
Biner = 10101100.11011001.00001010.00001110

Terlihat panjang angka adalah 32 bit (32 digit).

C. Kelas IP Address

Alamat IP terdiri dari network Id dan host Id. Network Id adalah alamat suatu jaringan dan Host Id adalah alamat komputer dalam jaringan tersebut. Berikut kelas IP address versi 4;

  • Kelas A; 8 bit pertama (0 - 127) adalah network Id, dan 24 bit selanjutnya (128 - 191) adalah host Id.
  • Kelas B; 16 bit pertama (0 - 128) adalah network Id, dan 16 bit selanjutnya (128 - 191) adalah host Id.
  • Kelas C, 24 bit pertama (0 - 191) adalah network Id, dan 8 bit selanjutnya (192 - 223) adalah host Id.
  • Kelas D, kelas ini menggunakan prosedur multi-casting, IP yang bisa digunakan adalah 224.0.0.0 – 239.255.255.255.
  • Kelas E, kelas ini memiliki interval dari 240.0.0.0 – 254.255.255.255.

C. Contoh IP Address Versi 6

IP Address versi 6 adalah alamat IP yang menggunakan angka biner 128 bit untuk mengalamatkan komputer pada jaringan. Berikut contoh alamat IPv6

21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a

Dengan panjang angka 128 bit, penggunaan IPv6 dapat mengalamati 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia.

Komentar

Posting Komentar